Jangan Kucilkan ODHA

BERI SAMBUTAN: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari AIDS Sedunia yang dilangsungkan di halaman PMI Kota Pontianak, Minggu (4/12).

PONTIANAK – Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta masyarakat agar tidak mengucilkan mereka yang terinfeksi HIV atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Permintaan tersebut disampaikan Wako saat membuka kegiatan Peringatan AIDS Sedunia di Kota Pontianak, Minggu (4/12) yang dilangsungkan di halaman depan Kantor PMI Kota Pontianak.

Stigma negatif dan perlakuan diskriminatif dari masyarakat diingatkan dia, akan berdampak buruk bagi psikologis ODHA.

“Sehingga seseorang yang terinfeksi HIV/AIDS tidak dalam kondisi terpuruk dan tetap beraktivitas secara normal,” pesannya.

Hari AIDS Sedunia sebetulnya jatuh 1 Desember lalu, yang diperingati dengan  berbagai rangkaian acara. Di Kota Pontianak, peringatan, Minggu (4/12) dengan mengusung tema Satukan Langkah Cegah HIV Semua Setara Akhiri AIDS.

Wako Edi Rusdi Kamtono dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga diri dari penularan HIV/AIDS. Sebab, diingatkan dia bahwa hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk mematikan virus HIV.

Ia tak ingin masyarakat lalai dengan kesehatan dirinya masing-masing, sebab virus ini masih ada. Untuk mencegah penularannya, diimbau dia agar menjauhi perilaku seks bebas, tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah, dan tidak berhubungan selain dengan suami atau istri.

“Semua itu upaya untuk mencegah risiko penularan HIV/AIDS yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual, kemudian penggunaan jarum suntik secara bergantian juga berisiko tertular,” ungkap Edi.

Menurutnya, upaya pencegahan penyebaran infeksi HIV/AIDS tidak hanya semata tugas sektor tenaga kesehatan saja. Akan tetapi, dia menambahkan, juga menjadi tugas bersama di berbagai lintas sektor dan lintas program. Untuk itu diharapkan dia agar dilakukan kerja bersama untuk menangani HIV/AIDS.

“Butuh kepedulian dari semua pihak untuk kerja sama dan solidaritas penanganan HIV/AIDS sebagai komitmen bersama, bisa dimulai dari pencegahan penyakit menular pada masyarakat usia produktif,” pungkasnya.

Sebelumnya

PMI Tidak Bisa Bekerja Sendiri Tanpa Dukungan Semua Pihak

Selanjutnya

PMI Garda Terdepan Jalankan Misi Kemanusiaan