Stok Darah PMI Kurang; Mendesak Kebutuhan Donor Apheresis

Pengurus PMI Kota Pontianak melakukan kaji banding ke PMI Kota Tangerang dan PMI Kota Bandung. Kunjungan ini dalam upaya meningkatkan pelayanan dan produksi darah.

Rombongan dipimpin dr H Saptiko, M. Med.PH dengan mengikutsertakan pengurus dan pegawai UTD dan markas PMI Kota Pontianak. Kunjungan selama dua hari, 29-30 Mei 2023.

Saptiko mengungkapkan kebutuhan darah di Kota Pontianak cukup tinggi. Rata-rata per hari mencapai 150 kantong untuk melayani 15 rumah sakit. PMI belum memiliki peralatan untuk darah apheresis untuk mendapatkan trombosit. Sehingga satu pendonor hanya bisa menghasilkan satu kantong trombosit.

“Padahal saat ini kebutuhan darah trombosit sangat tinggi,” kata kepala dinas kesehatan ini.

Ketua PMI Kota Tanggerang Oman Jumansyah SH saat menerima kunjungan PMI Kota Pontianak memaparkan pihaknya bisa memproduksi darah mencapai 10.000 kantong per bulan.

Pihaknya bahkan mengirimkan darah ke luar daerah yang membutuhkan. Terutama jenis darah yang langka.

“Kekuatan kita ada pada relawan. Pendonor dengan jenis darah langka, selalu kita jaga komunikasi sehingga mereka sangat aktif untuk mendonor,” ujar Oman.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Kota Tangerang dr. David H Sidabutar menjelaskan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi darah.

“Dengan harga 360.000 per kantong, PMI itu ngap-ngap untuk melaksanakan operasional,” ujarnya.

Pihaknya harus melakukan efesiensi ketat. Hingga membentuk tim loss prevention untuk itu. Sangat sederhana misalnya mematikan AC dan lampu setelah jam operasional berakhir.

Untuk proses produksi, suplai didapat dari donor biasa dan donor apheresis. Rata-rata donasi donor 5000 orang per bulan. Dari jumlah ini dua per tiganya adalah donor apheresis yang sangat militan.

“Kondisi saat ini stok darah kami berlebihan sehingga mengirimnya keluar Pulau Jawa. Khususnya jenis darah-darah langka,” jelas David.

PMI Kota Tangerang telah lama mensosialisasikan donor apheresis. Donor ini memang relatif baru. Berbeda dengan donor darah biasa. Sehingga belum semua PMI mampu melaksanakannya.

Donor apheresis hanya membutuhkan beberapa komponen darah tertentu. Seperti plasma darah, sel darah putih, sel darah merah atau trombosit yang diambil menggunakan alat khusus.

Setelah komponen darah tersebut didapatkan, maka beberapa bagian lainnya pun dikembalikan ke dalam tubuh si pendonor. Proses donor memakan waktu cukup lama. Bisa 1,5 sampai 2 jam. Baiknya, pendonor bisa melakukannya dua minggu sekali.

Donor apheresis juga digunakan untuk pasien mengalami gangguan sistem pembekuan darah, kemoterapi, leukemia, kelainan darah, dan penderita Demam Darah Dengue (DBD).

“Untuk donor apheresis ini kita butuh alat khusus. Harganya lumayan mahal. Namun manfaatnya luar biasa,” kata David.

Selama tahun 2022, PMI Kota Tangerang mengolah darah sebanyak 103.201 kantong. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 93.907 kantong.

Ketua PMI Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan kebutuhan darah di Kota Pontianak dirasakan masih kurang.

Pasien yang membutuhkan darah, pihak keluarga harus siap mencari pendonor. Ini disebabkan rata-rata pendonor setiap hari 80-100 orang. Sedangkan kebutuhan darah rata-rata 150-180 kantong. Idealnya stok darah tersedia untuk empat hari.

Bagi PMI Kota Pontianak kebutuhan donor apheresis sangat mendesak untuk mengatasi stok kekurangan darah. Karena itu diperlukan pengadaan peralatannya.**

Sumber: Pontianak Post

Sebelumnya

Update Jadwal MU Bulan Juni 2023

Selanjutnya

Pontianak, 3 Juni 2023